Kepatutan Relaas Versi HIR dan PP. No 9 Tahun 1975

Pemeriksaan perkara oleh Majelis Hakim berawal dari keabsahan dan kepatutan relaas panggilan. Relaas merupakan sebuah tahapan mendasar dalam sebuah perkara yang akan dipersidangkan, karena apabila dijumpai kecacatan formil dalam relaas dapat mengakibatkan batal demi hukum. Ketentuan dalam kategorisasi antara relaas yang resmi dan patut dipisahkan dengan masing-masing indikator, relaas dapat dikategorikan resmi apabila telah memenuhi ketentuan tertentu dan begitupun sifat kepatutan relaas. Ketentuan-ketentuannya diantaranya sebagai berikut:

  • Panggilan Sah
  1. Panggilan harus dilakukan oleh Juru sita/ Pegawai yang berwenang;
  2. Disampaikan kepada pihak/kuasanya langsung;
  3. Disampaikan di tempat tinggal pihak atau tempat kediaman yang nyata/tempat kuasanya berkantor;
  4. Jika pihak/kuasanya tidak dijumpai ditempat tinggal atau ditempat kediamannya yang nyata/di tempat kuasa berkantor maka panggilan disampaikan melalui Kepala Desa/Kelurahan;
  5. Jika pihak telah meninggal dunia disampaikan kepada ahli warisnya;
  6. Jika ahli warisnya tidak diketahui tempat tinggalnya disampaikan melalui kepala desa dimana pihak tersebut terakhir bertempat tinggal sebelum meninggal dunia;
  7. Jika tidak diketahui tempat tinggalnya secara pasti disampaikan melalui bupati/walikota setempat, untuk diumumkan.
  • Panggilan Patut
  1. Dalam kasus perceraian yang Tergugat tidak diketahui tempat tinggalnya, panggilan diumumkan di media massa setempat sebanyak dua kali dengan tenggang waktu antara pengumuman pertama dan kedua selama satu bulan. Tenggang waktu antara panggilan terakhir dengan persidangan ditetapkan sekurang-kurangnya tiga bulan. Jika penggugat dan tergugat pada sidang yang telah ditentukan tidak hadir maka penggugat dipanggil kembali dan tergugat dipanggil melalui bupati/walikota setempat, untuk diumumkan;
  2. Jarak waktu pemanggilan dengan hari persidangan minimal 3 (tiga) hari kerja, tidak termasuk hari panggilan dilakukan jika panggilan tersebut dilakukan kepada pihak yang bersangkutan/kuasanya.

Secara sederhana melalui beberapa ketentuan tersebut dapat dipahami indikator keabsahan/ resmi dan kepatutan sebuah relaas. Ketentuan demikian diserap dari peraturan yang ada baik di HIR, PP. Nomor 9 Tahun 1975 ataupun Buku II tentang Administrasi Peradilan Agama. Akan tetapi, antara masing-masing disiplin peraturan tersebut dalam beberapa titik menerangkan suatu konsep yang bersebrangan antara satu dengan yang lain kaitannya dengan keformilan sebuah relaas.

Berkaitan dengan kepatutan sebuah relaas, ketentuan kualifikasi yang disebutkan diatas menjelaskan bahwasannya relaas yang patut adalah yang disampaikan dalam jangka waktu sekurang-kurangnya 3 (tiga) hari kerja sebelum persidangan dilaksanakan. Memahami konsep 3 (tiga) hari kerja butuh kesepakatan tambahan, dikarenakan dimulainya terhitung 3 (tiga) hari apakah pada hari saat relaas tersebut disampaikan atau satu hari kemudian setelah relaas tersebut disampaikan. Menariknya, konsep 3 (tiga) hari “kerja” hanya dijelaskan di HIR, jadi di HIR yang dihitung sebatas hari kerja, apabila disandingkan dengan peraturan hari libur pegawai ditahun 2019 ini maka hari sabtu dan minggu tidak dihitung sebagai hari kerja. Hal demikian tidak dijumpai dalam PP. Nomor 9 Tahun 1975 tentang pelaksanaan UU Perkawinan, dalam Pasal 26 ayat (4) yang membahas mengenai objek yang sama yaitu tempo pemanggilan haruslah selambat-lambatnya 3 (tiga) hari. Ayat (4) Pasal 26 PP. No. 9 Tahun 1975 dalam keterangannya tidak memberikan batasan bahwa 3 (tiga) hari tersebut haruslah hari “kerja” melainkan sebatas “hari”, secara sekilas berarti dapat disimpulkan diluar hari kerja juga terhitung, misalkan relaas diantarkan hari jumaat maka hari sabtu dan minggu tetap dihitung masuk kategori 3 (hari) jadi sidang dapat dilaksanakan pada hari selasanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

Buat situs web Anda di WordPress.com
Memulai
%d blogger menyukai ini: